Hukrim  

Polres Metro Bekasi Tangkap Pelaku Salahgunakan BBM Solar

PORTALBEKASI.COM – Lima orang pelaku penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar berhasil diamankan Satuan Kriminal Khusus (Satkrimsus) Polres Metro Bekasi.

Dari tangan para pelaku petugas berhasil mengamankan ribuan liter solar yang rencana akan dijual dengan harga perusahaan.

Kelima pelaku diantaranya, YW (L/44 Th), RD (L/33 Th), MM (L/50 Th), EN (L/40 Th) dan AL (L/43 Th). Kelimanya diamankan karena kedapatan melakukan tindak pidana penyalahgunaan, pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar minyak solar
yang disubsidi pemerintah.

Kapolres Metro Bekasi, Kombespol Gidion Arif Setiawan mengatakan, para pelaku di jerat pasal 55 UU RI No. 22 tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana diubah pada UU RI No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja Jo Pasal 55 KUHP dan atau 56 KUHP.

Gidion menjelaskan, pihaknya mendapat laporan warga tentang maraknya penjualan BBM subsidi jenis solar yang dilakukan pelaku di Kampung Biyombong RT 002/005, Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi.

Berbekal laporan warga kemudian Unit VI Krimsus Polrestro Bekasi melakukan penindakan dan temukan fakta bahwa BBM jenis solar yang disubsidi pemerintah merupakan milik pelaku RD, dengan memerintahkan 2 (dua) orang atas nama EN & AL.

Kepada petugas, pelaku mengaku membeli BBM solar di SPBU diwilayah Batujaya, Kabupaten Karawang dengan menunjukan surat rekomendasi pembelian BBM jenis tertentu dengan dalih akan digunakan untuk mesin pertanian.

Di SPBU tersebut masing-masing melakukan pembelian sebanyak 200 liter dengan harga perliter Rp 5.150,- (lima ribu seratus lima puluh rupiah) dan diberikan upah perorang Rp. 150 ribu.

Setelah solar terkumpul pengepul menjual semua BBM jenis solar ke wilayah Cilincing dengan Rp 7.300,- (tujuh ribu tiga ratus rupiah) dan dijual juga kepada para nelayan diwilayah sekitar seharga Rp 7.400,- (tujuh ribu empat ratus rupiah).

“para pelaku sudah puluhan kali melakukan aksi kejahatannya dengan membeli solar subsidi kemudian di jual kepada warga dan perusahaan di wilayah Cilincing dengan harga industri yang tentunya sangat merugikan masyarakat,” ucap Gidion.

“Para pelaku kita jerat dengan Pasal 55 UU RI No. 22 tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana diubah pada UU RI No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan ancaman kurungan penjara paling lama 6 tahun,” tandes Gidion. (*)

Exit mobile version