Daerah  

Sulit Beli Solar, Nelayan Muaragembong Gak Bisa Melaut

Nelayan Muaragembong membeli solar menggunakan kantong plastik. (Foto: Kang TB)
Nelayan Muaragembong membeli solar menggunakan kantong plastik. (Foto: Kang TB)

PORTALBEKASI.COM – Ketua Karang Taruna Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Rian Hafiz Fauzi mengatakan, beberapa hari ini, nelayan di Kecamatan Muaragembong tak bisa melaut akibat kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi.

Rian menjelaskan, nelayan di wilayahnya biasa mendapatkan BBM solar bersubsidi di wilayah Batujaya, Kabupaten Karawang. Namun saat ini kata dia, nelayan tidak bisa membeli solar subsidi.

”Gak bisa beli karena harus ada surat keterangan atau pengantar dari desa, sementara para nelayan belum memiliki itu (surat keterangan-red),” kata Rian kepada portalbekasi.com melalui sambungan telepon selulernya, Rabu (29/6/22).

Rian menjelaskan, bukan hanya nelayan yang kesulitan mendapatkan solar bersubsidi, petani di wilayah itu pun kesulitan membeli solar bersubsidi di SPBU Batujaya.

“Ya mungkin kalau ada surat pengantar atau surat keterangan dari desa bisa beli di SPBU Batujaya,” pungkasnya.

Sementara itu, penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kecamatan Muaragembong, Jajang saat dihubungi portalbekasi.com melalui sambungan telepon mengatakan, jika petani di wilayah kerjanya bisa mendapatkan solar besubsidi.

“Alhamdulilah kalau petani yang memerlukan solar tidak kesulitan, sebab sudah terdaftar dan sudah memiliki surat keterangan baik dari desa maupun dari Gapoktan,” terang Jajang.

Jajang menjelaskan, petani yang memerlukan solar di wilayah kerjanya sudah terdaptar di Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian (Simluhtan). Selain itu kata dia, petani pengguna BBM seperti untuk mesin pompa atau heuler (penggilingan padi-red) sudah ada surat pengantar dan surat keterangan domisili usaha dari desa.

“Jadi yang ada surat gak sulit dapat BBM Solar, dan kami PPL tidak memberikan surat, kami sifatnya hanya mengetahui,” pungkasnya. (*)

banner 120x600