Daerah  

Marwah Organisasi Terusik, Garda Sakti Sekata Datangi Desa Jayamukti

PORTALBEKASI.COM – Merasa dirugikan dengan ulah oknum yang mengaku-ngaku sebagai Karang Taruna dan mencemarkan nama baik organisasi, Rabu (12/01/23) pengurus Karang Taruna Kabupaten Bekasi mendatangi kantor Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

Komandan Garda Satuan Bakti Karang Taruna (Sakti Sekata) Acep Juandi yang ditugaskan oleh Ketua Karang Taruna Kabupaten Bekasi mendatangi kantor desa setempat dengan didampingi beberapa orang pengurus.

Kedatangan Dan Garda Sakti Sekata beserta jajaran itu dalam rangka klarifikasi terkait viralnya video tentang pungutan liar yang dilakukan oleh oknum mengaku Karang Taruna Desa Jayamukti di sekitar Pasar Bersih Cikarang.

Kepala Desa Jayamukti, Iwan menerima langsung kunjungan Garda Sakti Sekata. Ia pun menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan warga dan Karang Taruna akibat beredarnya video itu.

“Saya selaku pribadi kepala desa dan Pemerintah Desa Jayamukti meminta maaf atas ketidaknyamanan, dengan keadaan yang ramai-ramai kemarin, juga terhadap Karang Taruna,” kata Iwan dalam video permintaan maaf, Rabu 12 Januari 2022.

Diketahui video viral di Tiktok itu diunggah oleh akun bernama @Makapung30. Akun itu mengeluh lantaran ada pungutan liar sebesar Rp.7.000 ketika membeli bubur di Ruko Pasar Bersih.

Oknum tersebut diketahui bukan pengurus Karang Taruna Desa Jayamukti. Kepengurusan Karang Taruna Jayamukti diketahui sudah tidak aktif.

“Permintaan maaf kepada keluarga besar Karang Taruna Kabupaten Bekasi dan Indonesia, adapun kedepan pembentukan kepengurusan Karang Taruna yang akan datang kami serahkan kepada Karang Taruna Kecamatan dan Kabupaten,” paparnya.

Acep Juandi menjelaskan kedatangan rombongan Garda Sakti Sekata sesuai amanat Karang Taruna Kabupaten Bekasi untuk melakukan investasi terkait video viral itu.

“Kedatangan kami sesuai menjalankan tugas Ketua Karang Taruna untuk melakukan investigasi ke Desa Jayamukti terkait video viral, warga yang mengatasnamakan Karang Taruna,” kata dia.

Dari investigasi itu dipastikan bahwa yang memungut parkir liar itu bukan bagian dari pengurus Karang Taruna melainkan warga setempat.

“Tadi sudah disampaikan permintaan maaf oleh bapak kepala desa dan kami memberikan apresiasi karena beliau respon cepat atas permasalahan ini,” ujar dia.

Pria yang akrab disapa Leo ini menegaskan kedepan pihaknya akan mengambil langkah tegas jika ada oknum warga yang mengatasnamakan Karang Taruna.

“Apabila kedepan ada orang yang mengaku-ngaku lagi sebagai anggota Karang Taruna, padahal bukan. Saya selaku Dan Garda Sakti Sekata akan mengambil tindakan tegas sesuai peraturan dan hukum yang berlaku,” tutur dia. (*)

banner 120x600