Daerah  

Tanggul Kritis Tak Kunjung Diperbaiki, Kades Karang Haur: Kemana Lagi Harus Mengadu

PORTALBEKASI.COM – Tanggul kritis di bantaran sungai citarum masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi para Kepala Desa (Kades) yang ada di wilayah Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi.

Bahkan, rasa khawatir terus menghantui warga di desa-desa yang ada berdekatan dengan sungai citarum.

Seperti Kepala Desa Karang Haur, Juhendi Sulaeman, pihaknya terus berupaya bersama-sama dengan rekan kepala desa lainnya untuk mengajukan permohonan perbaikan tanggul yang kritis.

“Kami sangat khawatir dengan kondisi tanggul, kalau sampai jebol, bagaimana dengan keamanan dan keselamatan warga,” terang Juhendi.

Dia memaparkan, tanggul kritis yang berpotensi jebol ada di beberapa desa di wilayah Kecamatan Pebayuran.

“Ketika debit air sungai citarum besar menjadi ancaman bagi warga kami dan kami berharap segera ada perbaikan permanen di titik tanggul kritis yang ada di wilayah Pebayuran, terutama di wilayah desa kami,” ujarnya seraya berharap.

Juhendi menjelaskan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya agar tanggul kritis di wilayahnya dapat segera diperbaiki.

“Entah harus kemana kami memohon agar perbaikan terealisasi,” keluhannya.

Dia mengatakan, untuk saat ini hanya penanganan darurat yang dilakukan pihak terkait. Seperti menambah tanggul dengan karung yang diisi dengan tanah.

“Sifatnya hanya antisipasi aja seperti dengan karung-karung berisi tanah. Tetap saja ketika debit air naik, kami bersama warga berjaga-jaga dan selalu waspada,” kata Juhendi.

Juhendi menjelaskan, tanggul kritis yang ada di wilayahnya panjangnya sekitar 50 meter. Dirinya sangat berharap tanggul kritis dapat segera diperbaiki.

“Makanya kami terus berupaya dari tahun 2020 bahkan tahun 2021 mengajukan permohonan. Tapi sampai saat ini belum ada tanggapan dan realisasi dari pihak BBWSC,” pungkasnya. (*)

banner 120x600